Lensanews.id | BANTEN
Pariwisata dan olahraga seperti dua mata uang yang saling mengikat, keduanya memiliki ikatan erat untuk membangun produktifitas di suatu daerah.
Untuk itu, dalam mengembangkan pariwisata yang berbasis olahraga juga membutuhkan komitmen banyak pihak, tak hanya pemerintah daerah saja, tapi juga melibatkan insan pers di dalamnya.
Pembahasan tersebut terungkap disalah satu seminar yang menjadi rangkaian agenda Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten. Seminar yang bertajuk Pengembangan Sport Tourism digelar di hotel Le Dian, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (7/2/2026).
Seminar menghadirkan narasumber dari kementerian pariwisata, kementerian olahraga, pelaku industri pariwisata serta pegiat olahraga. Seminar dimoderatori oleh Direktur UKW, PWI Pusat, Aat Surya Syafaat.
Asisten II, Pemprov Banten, Budi Santoso mewakili Gubernur Banten Andra Soni menyebut pemerintah daerah setempat tengah mengembangkan potensi pariwisata berbasis olahraga
“Kami berkeyakinan pariwisata tidak hanya menjadi sektor konsumtif tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan produktifitas daerah,”ujar Budi Santoso saat membuka seminar.
Dewasa ini, Provinsi Banten terus menata kebijakan guna mengembangkan potensi daerah, termasuk potensi sport tourism sebagai pengungkit pariwisata yang berkualitas.
“Salah satu yang sedang kami kembangkan adalah Kawasan Ekonomi Khusus, Tanjung Lesung,”ucapnya.
Sebab, lanjut Budi, pengembangan pariwisata dan olahraga akan sangat bergantung dengan infrastruktur sebagai sarana penunjang. “Tanjung Lesung sudah kami bangun, tapi kami juga membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk memperbaiki jalan nasional yang menjadi akses menuju ke sana,” terangnya.
Budi juga berharap, insan pers dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun potensi pariwisata berbasis olahraga. (Indra).












